Masih jaman ya gambar 2 dimensi? Planetbiru adalah media sosial dengan dukungan Panorama derajat yang memberikan Anda pengalaman baru dalam berbagi. Buat akun Anda sekarang juga dan bagikan pengalaman seru Anda. Gratis untuk selamanya.

Kamshory MT @kamshory

  • 1 hari

    https://m.tokopedia.com/raspberrypi-rpi/info
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 2 hari

    Encrypt file using GPG in Linux with non interactive.
    https://www.if-not-true-then-false.com/2010/linux-encrypt-files-decrypt-files-gpg-interactive-non-interactive/
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 2 hari

    Budi membutuhkan waktu 3 menit untuk menyikat gigi dengan satu buah sikat gigi. Jika Budi ingin menyikat gigi dalam waktu 1 menit saja, berapa sikat gigi yang Budi butuhkan untuk menyikat gigi secara bersamaan?
    A. 1 buah
    B. 2 buah
    C. 3 buah
    D. 6 buah
    Yang jago matematika, silakan tulis jawaban di komentar.
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 4 hari

    Adek kecil, ambil dulu ya darahnya.
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 4 hari

    Siomay. Hape sejuta umat.
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 7 hari

    Sarah seneng banget
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 7 hari

    Hahaha...
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 8 hari

    Sinetron itu ga harus mata mendelik, rebutan suami, rebutan anak, rebutan pacar, rebutan warisan.
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 8 hari

    Mbah Google Kini Fasih Ngomong Jawa dan Sunda ==
    Jakarta - Sebutan Mbah yang kerap ditujukan ke Google kini terasa lebih pas karena mesin pencarian tersebut sudah mendukung pencarian suara menggunakan bahasa Jawa. Dengan merambah bahasa daerah, Google ingin memaksimalkan potensi internet.

    "Agar internet semakin inklusif dan berguna bagi banyak orang, hambatan bahasa perlu kami atasi, sehingga semua orang bisa mengakses informasi," kata Technical Program Manager, Speech and Keyboard Team Google Daan van Esch dalam telekonferensi dari kantor Google di Mountain View, Amerika Serikat.

    Selain bahasa Jawa, Google juga menambahkan kemampuan bahasa Sunda pada fitur voice search dan Gboard. Bahasa Sunda dan Jawa merupakan dua di antara 30 bahasa yang ditambahkan Google pada Agustus lalu.

    Menggandeng Universitas Gajah Mada, Universitas Sanata Dharma dan Universitas Pendidikan Indonesia, tim Google mengumpulkan contoh percakapan kedua bahasa ini dan memanfaatkan machine learning Google untuk memahami suara dan kata yang digunakan.

    Disebutkan Daan, proses ini melatih model mashine learning Google memahami suara dan kata dalam bahasa baru serta meningkatkan akurasinya saat menangkap lebih banyak contoh suara dan kata dari waktu ke waktu.

    "Semakin banyak dan sering digunakan oleh penutur bahasa asli, perbendaharaan dan pembelajaran untuk masing-masing bahasa pun akan lebih banyak. Kemampuannya berbicara pun semakin baik," tutur Daan.

    Head of Communications Google Putri Silalahi menambahkan, angka pertumbuhan penggunaan penelusuran suara di Indonesia terus melesat cepat, 50% lebih tinggi di atas angka pertumbuhan global. Indonesia bahkan tercatat di urutan kelima sebagai pengguna voice search Google terbanyak di dunia.

    "Kita mengira orang Indonesia itu kan pemalu, kalau pakai voice search di tempat umum itu malu-malu. Tapi ternyata nggak. Mungkin karena Indonesia banyak anak muda yang tech savy dan selalu mencoba teknologi terbaru," sebut Putri.

    Adapun alasan Google menambahkan kemampuan berbahasa Jawa dan Sunda pada voice search dan Gboard, karena dua bahasa daerah tersebut banyak dipakai pengguna Google di Indonesia.

    "Selain bahasa Indonesia, pengguna juga sering pakai bahasa Jawa dan Sunda. Sepekan terakhir ini aja misalnya, banyak yang cari video 'Despacito bahasa Jawa' dan love quotes bahasa Jawa dan Sunda. Mungkin yang pada mau nembak atau rayu-rayu pacarnya orang Jawa atau Sunda," canda Putri.

    Mengingat begitu banyak bahasa daerah di Indonesia, ada kemungkinan Google akan menambah ketersediaan bahasa untuk voice search. Namun Google belum bisa berkomentar bahasa daerah apa lagi yang nantinya bakal dihadirkan.

    "Karena orang Indonesia kan sangat hyper local ya. Kalau yang dari Padang misalnya, mereka cari pake bahasa Padang, kalau yang dari Klaten mereka pakai bahasa Jawa dan lain sebagainya," kata Putri.

    Yang jelas, adanya peningkatan penggunaan voice search inilah yang memacu Google mengembangkan teknologi input suara dalam berbagai bahasa daerah agar bisa menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia. (rns/rou)
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 8 hari

    Bookmark dulu https://unix.stackexchange.com/questions/65891/how-to-execute-a-shellscript-when-i-plug-in-a-usb-device
    Balas Suka Tidak Suka Netral